faisyacintaku2005

skyhacker's

My photo
A Simple Thought Can Lead To A Changes!

Dialog between Imam Abu Hanifa vs Atheist

The story below shows how weak an atheist feel’s after trying to battle Imam Abu Hanifa intellectually….
Imam Abu Hafina was asked by the khalifa to meet with them and an atheist so Imam Abu Hanifa could debate with him. They set a time for them to meet up. So the day and time came and left and they kept waiting for Imam Abu Hanifa until finally he came. Everyone questioned him about his being late and what happened. So he started explaining how there was river that he had to cross…. and he was waiting for a boat to come and bring him on the other side of the river.
While he was waiting, the branches and leaves of the tree fell and slowly formed themselves into a boat. And he jumped in that boat crossed the river.
Obviously ppl laughed at this story and the atheist asked him "Are you mad enough to believe that a boat was made all by itself?"
Imam Abu Hanifa replied "Who is more mad? the one who believed that a boat was created by itself, or you who believes that the entire world is created by itself?"

A conversation between a student and an Atheist Professor

An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, The Almighty.  He asks one of his new students to stand and.....
Prof: So you believe in God?
Student: Absolutely, sir.
Prof : Is God good?
Student: Sure.
Prof: Is God all-powerful?
Student : Yes.
Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him.  Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn't. How is this God good then? Hmm?
(Student is silent.)
Prof: You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is God good?
Student: Yes.
Prof: Is Satan good?
Student : No.
Prof: Where does Satan come from?
Student: From...God...
Prof: That's right. Tell me son, is there evil in this world?
Student: Yes.
Prof: Evil is everywhere, isn't it? And God did make everything. Correct?
Student: Yes.
Prof: So who created evil?
(Student does not answer.)
Prof: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don't they?
Student: Yes, sir.
Prof: So, who created them?
(Student has no answer.)
Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?
Student: No, sir.
Prof: Tell us if you have ever heard your God?
Student: No, sir.
Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God for that matter?
Student: No, sir. I'm afraid I haven't.
Prof: Yet you still believe in Him?
Student: Yes.
Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
Student: Nothing. I only have my faith.
Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.
Student: Professor, is there such a thing as heat?
Prof: Yes.
Student: And is there such a thing as cold?
Prof: Yes.
Student: No sir. There isn't. (The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)
Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it . 
(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)
Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?
Prof: Yes. What is night if there isn't darkness?
Student : You're wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light.... But if you have no light constantly, you have nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't. If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?
Prof: So what is the point you are making, young man?
Student: Sir, my point is your philosophical premise is flawed.
Prof: Flawed? Can you explain how?
Student: Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, science can't even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor.Do you teach your students that they evolved from a monkey?
Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.
Student: Have you ever observed evolution with your own eyes, sir? 
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)
Student: Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher? (The class is in uproar.)
Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain? 
(The class breaks out into laughter.)
Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established rules of empirical, stable, demonstrable protocol, science says that you have no brain,sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir? 
(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable.)
Prof: I guess you'll have to take them on faith, son.
Student: That is it sir... The link between man & god is FAITH . That is all that keeps things moving & alive



Atas Nama Cinta...



Berdasarkan hadith begitu banyak peluang yang Allah s.w.t berikan dan yang telah Rasulullah s.a.w tunjukan untuk menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi terhina dan terpuruk kerananya. Semoga hadits-hadits cinta ini bisa menjadikan kita untuk sedikit sebanyak memahami cinta yang menyelamatkan. Cinta yang menerbangkan kita ke syurgaNya,Insya Allah.

Cinta yang memberikan cahaya
“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, kerana kedudukannya disisi Allah. Sahabat bertanya :

“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka ? Rasulullah SAW. Menjawab : Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan roh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita” (H.R. Abu Daud)

Cinta yang menggugurkan dosa

“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani)

Cinta yang memberikan keteduhan
“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai kerana keagunganKu? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menungguKu dihari yang tiada naungan melainkan naunganKu” (H.R. Muslim)

Cinta yang berbalas cinta
Allah swt berfirman “pasti akan mendapat cintaKu orang-orang yang cinta mencintai kerana Aku, saling kunjung mengunjungi kerana Aku dan saling memberi kerana Aku” (Hadits Qudsi)

Kerana cinta dicintaiNya
“Bahawa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutuskan malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,

“Kau mahu ke mana ?”

Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab “Tidak ada melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahawa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut keranaNya” (H.R. Muslim)

Tiga cinta yang manis
Tiga perkara yang barang siapa memilikinya ia dapat merasakan manisnya iman, iaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang kerana Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)





Sayang...



Sayang…..
Ketika seseorang, suami atau isteri, mengatakan aku mencintaimu. Ada beberapa hal yang sebenarnya harus difahami oleh seseorang yang bercinta, jika tidak maka cinta yang timbul bukannya cinta suci, tetapi cinta yang ternoda oleh buruknya nafsu, dikotori oleh hinanya syahwat dan teracuni oleh kepentingan-kepentingan syaitan,,na`adzubillah..
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat, Cinta juga dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta menjadikan seorang budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Sayang…
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnya yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah menyimpang dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Kata-kata cinta yang lahir hanya dari bibir dan bukannya dari hati terkadang mampu melumatkan seluruh jiwa raga, tetapi manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Banyak orang yang kecewa saat bercinta, sebenarnya hal tersebut cukup aneh, bahkan sangat membingungkan, bukankah cinta itu sebenarnya adalah kekuatan untuk memberi bukannya untuk menerima, seseorang yang bercinta bererti dia sudah memberi sesuatu kepada orang yang dia cintai, lantas kenapa harus kecewa, padahal Allah s.w.t akan membalas setiap sesuatu yang telah diberikan makhluknya. Ada pepatah mengatakan "Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta itu pernah tumbuh di hatimu."
Sayang….
Dulu saat  pertama aku melihat kamu, aku tertarik kerana kecantikanmu, setelah menghampirimu semakin jelaslah kecantikanmu ….& … Setelah sekian lama semakin  jelas  nampak pula kecantikan batin yang engkau miliki, membuat aku semakin yakin, dirimulah bidadari yang Allah turunkan dari syurga, untuk menemani tugas dakwah ini di muka bumi ini.
Sayangku..
Tersenyumlah.. ..hiasilah kehidupan ini dengan senyuman kerana ia melambangkan kehidupan yang harmoni…mulai hari ini dengan tersenyum sayang..jika kita mulakan dengan senyum maka yang lain pun pasti akan tersenyum kerana dunia ibarat cermin yg akan mantulkan bayangan kita…
Biasanya orang akan sukar tersenyum jika ada dengki dihatinya, iri terhadap orang lain atau bahkan benci dengan keberhasilan yang dicapai oleh saudaranya, padahal iri, dengki dan benci yang ia lakukan tidak akan merubah pemberian Alloh kepada orang tersebut, yang ada justru pendengkilah yang semakin tersiksa oleh perasaannya. Bahkan yang paling menyakitkan bagi pendengki adalah amal kebaikannya akan hilang terbakar oleh sifat dengki tersebut, bukankan Rasulullah s.a.w pernah bersabda "Jauhilah dengki, kerana dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu api"
Sayangku…
Setiap orang yang hidup di dunia ini adalah sebagai seorang tamu, dan wangnya adalah pinjaman, hartanya adalah titipan. Setiap tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat dan pinjaman atau titipan itu haruslah dikembalikan atau akan diambil oleh yang menitipkannya, malang sekali bagi mereka yng mencintai wang dan harta, kerana sebenarnya mencintai sesuatu yang mustahil akan selalu bersamanya, bukankah Allah yang akan selalu bersama kita….kalau begitu, cintailah Allah dengan segenap cinta yang ada..InsyaAllah, Allah tidak akan meninggalkan kita…
Sayang…
Dalam hidup ini, kita juga harus pandai menelaah setiap masalah dan kejadian. Kerana hal itulah yang akan membuat hidup itu menjadi menyenangkan, ibarat berada ditaman bunga, ke kiri mawar, ke kanan melati, didepan anggrek, begitu indah dan semerbak mewangi, menambah segarnya kehidupan. Kita tidak akan sanggup memikirkan hidup dengan baik jika kearifan dalam diri ini tidak ada. Maka marilah kita melihat dunia ini dengan kaca-mata kearifan..sebagai contoh adalah perkataan Umar bin khotob : “Ketika kita mengamati semua sahabat, ternyata tidak ada sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saat memikirkan pakaian misalnya, ternyata tidak ada pakaian yang lebih baik daripada pakaian takwa. Atau ketika merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Dan pada saat mencari segala bentuk rezeki, sebenanya tidak ada rezeki yang lebih baik daripada sabar yang Allah anugerahkan kepada kita”.
Sayang…..
Semakin panjang waktu berlalu hati ini semakin tidak keruan, rasanya waktu itu begitu lambat sekali, aku hampir-hampir tidak sabar, ingin segera menumpahkan rasa rindu yang sudah sangat sarat dalam dada, rasa cinta yang terpendam hampir bertahun lamanya, ingin segera memeluk belahan jiwa, buah hati, qurrotaa`yuni, isteriku.  Sayang tahu kenapa aku begitu setia kepadamu?kerana dirimulah orang yang memberi memberi segalanya yang aku rasakan cukup untuk melengkapkan sebuah kehidupan di dunia ini untuk aku berjalan menempuh mencari akhirat, aku akan malu jika aku harus menghianati orang yang mencintai aku kerana Allah.
Sayang...
Tentang cinta dan kasihku kepadamu, walaupun aku menulisnya dengan seribu kata, sebenarnya tidak mewakili hatiku yang sesungguhnya, cinta memang tidak bisa dilukiskan dengan kata, tetapi walau pun diam seribu bahasa, tetap getarannya akan terasa, mudah-mudahan sayang sentiasa merasakan getaran cinta aku ini. Pepatah mengatakan "kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan." tetapi kerana kita seorang yang beriman maka seharusnyalah kita  menerapkan prinsip bahawa cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah lah yang seharusnya menjadi motivasi terbesar dan tidak melebihi untuk mencintai isteri/suami/sesama orang beriman.

Sayang.. .
Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini iaitu mengumpulkan bekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah dirimu baik dengan material mahupun dengan ruhani, dan berikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar kita, terutama yang lebih memerlukan. Itulah harta kita untuk akhirat.
Sayangku...
Jika ketidakselesaan atau kegagalan harus menghampiri kita bukan bererti kita harus menyerah, tetapi kita harus mencari jalan lain, kemudian kerjakan lagi, dan kerjakan lagi sampai akhirnya Allah mengganti dengan keberhasilan. Dan jangan lupa dalam kegagalan itu , pasti ada hikmah yang bisa diambil dan kita harus yakin bahwa kita telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga sekarang kita akan lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih unggul dalam peribadi.
Memang  diiantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kejayaan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan anda gagal dalam proses menemukan kejayaan tersebut.
Setiap kegagalan yang dibuat adalah anak tangga menuju puncak, iaitu kejayaan. Setiap kegagalan yang ditemui, sebenarnya memberikan arah yang jelas menuju bahagia. Jangan pernah takut untuk merasai kegagalan atau kehilangan.
Sayang….
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan dan kejayaan. Dan waktulah yang bakal mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin semakin tua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu memperoleh keuntungan. Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri untuk lebih baik dan bijak
Sayang, …
Saat kita ingin mencapai cita-cita atau bahkan sesuatu yang menurut akal tidak mungkin, sebenarnya kuncinya adalah kita jangan menghindari yang tidak mungkin kita kerjakan. Dengan mencuba sesuatu yang tidak mungkin,kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai atau kita cita-citakan. Dan salah satu penghinaan terkejam dalam hidup adalah membiarkan fikiran yang cemerlang menjadi sia-sia dalam tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, sampai bilakah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
Sayang,..
Behati-hatilah dengan kesenangan, bijaksana mengatakan “Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, kerana beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan”
Tugas kita bukanlah untuk mendapatkan hasil. Tugas kita adalah untuk mencuba, kerana didalam mencuba itulah kita menemukan dan belajar membangunkan kesempatan untuk mendapat hasil. Dan jangan sampai berhenti belajar, kerana orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Sayang…
Sediakanlah sedikit waktu tertawa kerana tertawa itu muzik jiwa. Sediakanlah juga waktu untuk berfikir kerana berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal kerana beramal itu pangkal kebaikan, sediakanlah waktu untuk bergembira kerana bergembira itu akan membuat awet muda dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.
Sayang...
Kekecewaan mengajarkan kita erti kehidupan.Teruskan perjuangan walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup sehingga menjadi orang yang bijak. Tanda orang bijaksana ialah hatinya selalu berniat suci, lidahnya selalu basah dengan Zikrullah, matanya menangis kerana penyesalan terhadap dosa-dosa lalu, sabar terhadap perkara yang dihadapi dan
mengutamakan akhirat berbanding dunia.

Sayangku...
WANITA/PEREMPUAN DICIPTAKAN BUKAN DARI TULANG RUSUK ATAS UNTUK MEMERINTAH, BUKAN DARI RUSUK BAWAH UNTUK DIPIJAK, TETAPI TERLETAKNYA RUSUK ITU DI BAGIAN DADA DAN BERDEKATAN DENGAN TANGAN BERMAKNA TANGAN YANG MEMBELAI DAN HATI YANG MEMPUNYAI PERASAAN DAN KASIH SAYANG. 

Itulah tugas aku untuk menyayangimu kerana Allah swt. Dan maafkan aku jika sampai saat ini aku belum mampu menyayangimu sesempurna yang engkau harapkan.Aku menyayangimu kerana Allah s.w.t. 
Khoirukum khoirukum li ahli

Inilah janjiku untuk mu.


Sayiidul Istighfar (Penghulu Istighfar)




أللهم أنت ربي لا إله الا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ماأستطعت أعوذ بك من شر ماصنعت أبوأ لك بنعمتك علي وأبوأ بذنبي فأغفر لي فإنه لايغفر الذنوب إلا أنت


(Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduKa, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya wa abu’u laKa bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )
--maaf jika tersalah tulis dalam rumi.ini hanyalah untuk memudahkan pembacaan bagi yang tidak mahir dalam bahasa Arab--

”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.


Bila untuk membacanya?


Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

Kandungan maknanya?


Ini adalah doa agung yang mencakup banyak makna : taubat, merendahkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan kembali menghadap kepada-Nya. Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yang demikian itu karena melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.
Diantara makna sayyid adalah orang yang melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yang berkedudukan tinggi dikalangan mereka.


Keutamaan doa ini dibanding bentuk istighfar yang lain adalah :

- Nabi Shallalahu ‘alahi wasallam mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah sebagai makhluk ciptaan-Nya (penetapan Tauhid Ar Rububiyyah), Dan bahwa Allah adalah Al Ma’buud (sesembahan) yang haq dan tidak ada sesembahan yang haq selainNya. Maka Dia adalah satu-satunya yang berhak diibadahi dan ini merupakan realisasi Tauhid Al Uluhiyyah.

- Pernyataannya bahwa ia senantiasa tegak diatas janji dan kokoh diatas ikatan berupa iman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, seluruh nabi dan rasul-Nya. Menjalankan segenap ketaatan kepada Allah dan perintah-Nya. Ia akan menjalaninya sesuai kemampuan dan kesanggupannya.

- Kemudian dia berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’alaa dari seluruh kejelekan apa yang telah dia perbuat, baik sikap kurang dalam menjalani apa yang Allah wajibkan baginya yaitu mensyukuri nikmat-Nya ataupun berupa perbuatan dosa. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menisbatkan keburukan kepada diri beliau sendiri, bukan kepada Allah Ta’alaa dan ini merupakan bentuk cara beradab kepada Allah, meskipun kita yakin bahwa segala sesuatu baik yang baik maupun yang buruk semuanya berasal dari Allah dan karena takdirNya.

- Kemudian ia mengakui akan nikmat Allah yang terus datang beruntun dan anugerah-Nya serta pemberian -Nya yang tiada pernah berhenti.

- Dan dia mengakui atas dosa-dosanya, sehingga iapun lantas memohon ampunan kepada Allah Suhhanahu wa Ta’ala dari itu semua dengan segenap pengakuannya bahwa tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Allah Suhhanahu wa Ta’ala.

Ini adalah paling sempurna apa yang ada pada sebuah doa. Kerana itu ia menjadi seagung-agungnya bentuk istighfar dan yang paling utama dan paling luas kandungan maknanya yang mesti akan mendatangkan ampunan bagi dosa-dosa.

Hanyalah yang mengucapkan doa ini dan menjaganya yang akan memperoleh janji yang mulia dan pahala serta ganjaran besar ini, karena ia telah membuka harinya dan menutupnya dengan penetapan Tauhidullah baik Rububiyyah-Nya dan Ululhiyyah-Nya. Dan pengakuan dirinya sebagai hamba yang siap menghamba dan persaksiannya terhadap anugerah dan nikmat Allah. Pengakuannya dan kesadarannya akan kekurangan-kekurangan dirinya dan permohonan maaf dan ampunan dari Dzat yang Maha Pengampun, diiringi dengan rasa tunduk dan rendah dihadapan-Nya untuk senantiasa patuh dan taat kepada-Nya. Ini semua merupakan cakupan makna yang utama dan sifat yang mulia yang ia buka dan tutup lembaran siangnya. Yang pantas bagi orang yang mengucapkan dan menjaganya mendapat maaf dan ampunan, terbebas dari neraka dan masuk syurga.

Wallahu a’lam bisshowab.
Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia keutamaan dan anugerah-Nya.
(Lihat kitab Fiqhul Ad’iyyah wal adzkar II/17-20. As Syaikh Abdur Rozaq bin abdil Muhsin Al Badr. )