Siapakah engkau duhai isteriku yang menyelinap ke dalam kehidupanku?
Kita berdua hadir dari dimensi ruang dan waktu yang berbeda, bahkan kita saling tak mengenali. Tapi kenapa disaat bersua, seketika kita saling mempercayai untuk membangunkan berbagai persamaan meniti perjalanan mahligai rumah tangga.
Sungguh begitu mulia mahligai yang bernama pernikahan. Pernikahan membuat kita saling terbuka, saling mempercayai dan saling berkomunikasi. Tak menghairankan, apabila Allah SWT menempatkan jodoh pada kelompok ilmuNya yang tak dapat disingkapkan secara pasti oleh hambaNya.
Siapakah yang mengirimkan dirimu ke dalam kehidupanku, duhai isteriku?
Jawabnya pasti Allah SWT. Betapa Maha Pengasih Dia, yang memberikanmu sebagaimana ketentuannya agar setiap makhluk hidup berpasang-pasangan.
Sesungguhnya dunia perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholeh (HR. Muslim)
Benar dikau memang hanya seorang isteri, bukan pemimpin utama. Tapi, sesungguhnya engkau menentukan, ketika hanya menjadi posisi pendamping aku bernama suami. Engkau, di saat menjadi isteri yang suci, semestinya menjadi pengawas suami di saat aku keliru melangkah.
Siapa yang dapat mengukur air matamu yang berderai di saat engkau berdoa memohon agar Allah menunjukkan jalan yang benar pada suami? Airmata yang selama ini dicitrakan sebagai kelemahan, justeru menjadi kekuatan untuk mengembalikan suami dan keluarga ke jalan yang benar.
Tapi, siapakah engkau, duhai isteri yang menyelinap ke dalam kehidupanku? Isteri yang suci justeru merupakan jalan cahaya menujuNya. Kesucianmu menjadi suar di tengah keluarga untuk membentuk keluarga sakinah. Cahayamu menerangi perjalanan menuju padaNya.
Kesabaran dan keikhlasanmu mengelola rumah tangga membuat para suami merasa khidmat untuk beribadah. Sebaliknya, isteri yang 'musyrik', bagai lorong gelap yang menyesatkan. Kerana itu isteriku, jadilah engkau suci untuk menjadi jalan bercahaya bagiku dan keluarga kita.
Wahai isteriku, di saat engkau menjadi jalan bercahaya, mengapa mesti aku menggantinya? Bukan kerana sejatinya aku mencintaimu namun kerana cintaku padaNya yang memuliakanmu, buat bakal isteriku yang bakal melahirkan anak-anakku! Zulaikha Humaira & Yusoff Ridzuan & Zulaikha Sofea.

0 comments:
Post a Comment